Menikmati Alam Kota Parapat

Bookmark and Share
Parapat, salah satu kota indah yang berada tepat di tepi Danau Toba. Kota sejuk dengan sejuta pesona keindahan alamnya. Salah satu daya tarik wisatawan untuk datang mengunjungi Indonesia.

Kota Parapat terletak sejauh 176 Km dari Kota Medan, memakan waktu 3-4 Jam perjalanan darat dengan kecepatan rata-rata 60-80km/jam. Atau dapat lebih cepat lagi jika menggunakan transportasi udara (mendarat di Bandara Sibisa) yang hanya memakan waktu 25-30 menit.
Banyak pilihan sarana transportasi darat dari Kota Medan menuju Parapat, mulai angkutan umum, rental mobil medan, dan sebagainya. Dengan merogoh kocek sebesar sekitar Rp.25.000 dari Medan kita dapat menikmati keindahan Parapat dan sejuta pesona Danau Toba menggunakan beberapa angkutan yang memiliki rute menuju parapat antara lain: MRT, KBT, Intra, Sejahtera, Karya Agung, dll. Ada juga rental mobil Medan tentunya. Semua pengangkutan yang kusebutkan tadi dapat kita jumpai di sepanjang Jl. Sisingamangaraja ataupun di terminal Amplas Medan. Namun perlu juga kita ketahui ongkos perjalanan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan situasi (seperti pepatah ekonomi: semakin banyak permintaan maka harga semakin tinggi) tapi pastinya tidak akan jauh melampaui harga aslinya. Jika anda mujur bisa jadi dapat bus executive dengan AC didalamnya, namun tetap harga normal.

Kota Parapat

Menuju Parapat anda akan melewati rute, Tanjung Morawa – Lubuk Pakam – Pasar Bengkel (jangan lupa singgah untuk beli makanan selama perjalanan, atau menikmati kopi, teh manis, dan makanan ringan gratis yang disediakan) – Tebing Tinggi – Siantar (klo lapar singgah disini untuk menikmati mie pangsit di simpang dua atau membeli roti Ganda yang terkenal disini) Kondisi jalan (yang kulalui beberapa hari lalu) mulus karena baru saja diperbaiki. Bagi anda yang suka mabuk perjalanan diharapkan untuk membawa obat anti mabuk, karena perjalanan dari siantar menuju parapat melalui jalan yang berkelok-kelok. Dan jangan lupa isi bensin supaya enggak mogok ditengah hutan seperti yang kami alami beberapa waktu lalu.


Fasilitas di Parapat sudah cukup lengkap, hotel, rumah makan (halal dan haram semuanya ada) dan fasilitas-fasilitas pendukung lainnya seperti ATM, cafe, bar, dll. Namun untuk hari-hari tertentu dianjurkan untuk melakukan reservasi penginapan jauh-jauh hari sebelum untuk menghindari tidur di tepi pantai atau didalam mobil. Parapat memiliki dua pelabuhan, yakni Ajibata dan Tiga Raja. Pelabuhan Ajibata menyediakan dua jenis transportasi air yakni menggunakan ferry dan kapal motor. Pelabuhan tiga raja menyediakan hanya kapal motor saja. Banyak rute penyeberangan yang dilayani oleh kapal motor seperti: onan runggu, nainggolan, tuk-tuk, tomok, dll. Namun untuk ferry hanya menuju Tomok.

Harga menyeberang menuju tomok menggunakan kapal motor dikenakan Rp.4000/orang. Untuk ferry harga sesuai dengan jenis kendaraan, sedan/kijang/L300/sejenisnya dikenakan Rp.95000/mobil dan tidak dikenakan tambahan biaya untuk orang didalamnya. Menuju tomok memakan waktu sekitar 45 menit menggunakan kapal motor, dan sekitar 1 jam jika menggunakan Ferry.
Kalau ingin menyeberang pake Ferry jangan lupa sediakan uang logam, untuk menikmati atraksi nyelam anak-anak Danau Toba dalam memperebutkan uang-uang logam yang dilempar oleh para penumpang. Atraksi ini disebut anak-anak sekitar dengan nama cilling. Kurang tahu juga apa artinya namun demikian mereka mengatakannya.

Bagi yang bingung mau melalak kemana aja di parapat dapat membaca tulisan melalak ke Toba hari kelima. Semoga tulisan ini dapat membantu.


melalak.com

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Posting Komentar

Powered By Blogger